14 Februari 2024 seluruh masyarakat indonesia telah melaksanakan pemilihan umum untuk badan eksekutif maupun legislatif. Sembari menunggu keputusan hasil pemilu tahun ini, pernahkah kalian mempertanyakan kemana baliho, spanduk, sticker, atau Alat Peraga Kampanye (APK) lainnya?
Wajah calon-calon pemimpin negeri terpampang nyata di sepanjang jalan yang kita lewati tahun ini. terhitung tiga hari sebelum pemilu dilaksanakan, semua hal yang berbau kampanye termasuk APK harus dihentikan karena sudah dalam periode masa tenang. Walaupun atribut kampanye sudah diturunkan, pemerintah harus mencari solusi agar sisa-sisa baliho, spanduk, bisa diatasi tanpa merusak lingkungan.
Pemasangan atribut kampanye yang membludak ini jelas mengancam kelestarian lingkungan. Mayoritas Terbuat dari bahan yang sulit untuk ditangani, menjadi pekerjaan besar yang perlu Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selesaikan. Walaupun sudah dihimbau oleh Dinas LHK untuk menggunakan atribut yang ramah lingkungan. Nyatanya masih banyak kandidat yang mengabaikan. Merujuk pada peraturan yang dikeluarkan KPU, pemasangan APK seharusnya tidak boleh mengganggu etika serta estetika.
Selama ini sisa atribut kampanye akan dikumpulkan dan disatukan serta dibawa ke gudang Satpol PP. Akan dilakukan pemilahan bahan yang masih bisa dimanfaatkan dan yang tidak. Bendera-bendera partai bisa diambil masing-masing pihak untuk digunakan kembali. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang tegas terhadap kandidat yang melakukan kampanye secara tidak ramah terhadap lingkungan.
Masalah lingkungan yang disebabkan oleh kampanye menjadi catatan untuk semua pihak yang bertanggung jawab terhadap evaluasi pemilu tahun ini. Pesta demokrasi yang hanya dilakukan lima tahun sekali, harusya bisa sama-sama kita upayakan preventif dalam menyelenggarakan kampanye yang ramah dan tidak merusak lingkungan.
Sangat disayangkan walau teknologi sudah berkembang, nyatanya cara konvesional seperti memasang baliho, spanduk, poster, dll masih dominan digunakan para kandidat. Digitalisasi seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat berkampanye.
SEMAI mendorong pemilu yang akan datang, bisa menjalakan kampanye dengan lebih bijak agar tidak menghasilkan sampah yang sia-sia dan hanya menjadi tumpukan di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Rasanya penting dilakukan pengelolaan dari sampah-sampah ini. Demi wujudkan lingkungan yang sehat dan lestari.
No products in the cart
Return to shop