Dari Setor Jelantah hingga Bikin Sabun, Ibu-Ibu Pondok Sukmajaya Permai Jadi Penggerak Lingkungan dari Rumah

Depok, 6 Oktober 2026 – Ibu-ibu peserta Bestie Green Corps di Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, Kota Depok, sudah terbiasa mengumpulkan minyak jelantah dari dapur mereka. Kali ini, mereka belajar langkah berikutnya bersama Sekolah Sampah Indonesia (SEMAI), yaitu mengolah jelantah menjadi sabun batang secara mandiri. Kegiatan berlangsung di Posyandu Nuri, Perumahan Pondok Sukmajaya.

Sebelumnya, para ibu telah menyetorkan minyak jelantah sebanyak 3 liter dan memperoleh 1 liter minyak dalam program kelurahan. Menurut SEMAI, hal ini menunjukkan kepedulian warga sudah tumbuh. Melalui kegiatan ini, SEMAI memperkenalkan cara lain yang bisa dilakukan sendiri di rumah, tanpa bergantung pada program penukaran.

Suasana praktik berlangsung antusias. Para peserta aktif bertanya selama proses pembuatan sabun, mulai dari bahan hingga tahapan pengerjaannya. Antusiasme ini menunjukkan ibu-ibu tidak hanya ingin mengikuti, tetapi juga ingin benar-benar memahami agar bisa mempraktikkannya sendiri.

Sebelum praktik, SEMAI telah menyiapkan larutan alkali (lye), yaitu campuran Eco Enzyme dan natrium hidroksida (NaOH) yang didiamkan semalam agar suhunya turun. Karena NaOH bersifat korosif, peserta lebih dulu mendapat penjelasan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Minyak jelantah yang sudah dijernihkan dengan bleaching earth, bisa langsung dicampur dengan lye. Setelah itu tambahkan kembali Eco Enzyme ditambahkan dan adonan diaduk hingga trace, adonan dituang ke cetakan.

Setelah satu hingga dua hari, sabun dilepas dari cetakan, dipotong, dan disimpan pada suhu ruang selama sekitar sebulan (curing) sebelum digunakan untuk mencuci kaus kaki dan lap. 

Tidak hanya sabun, peserta juga membuat media tanam. Peserta kemudian membuat obat kumur alami berbahan mint, cengkeh, dan kayu manis. Kegiatan membuat media tanam dan obat kumur alami ini saling berkaitan. Media tanam yang dibuat peserta dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman di pekarangan atau pot, salah satunya daun mint yang menjadi bahan obat kumur. Dengan begitu, sebagian bahan kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi dari tanaman sendiri, sedangkan bahan lain seperti cengkeh dan kayu manis dapat dibeli. Pola ini mendorong ibu-ibu untuk memulai urban farming skala kecil dari rumah. 

Peran ibu-ibu sangat penting dalam upaya ini. Dapur adalah sumber utama minyak jelantah rumah tangga, dan keputusan tentang apa yang dilakukan dengan limbah tersebut sering dimulai dari sana. Ketika ibu-ibu mampu mengolahnya sendiri, dampaknya bisa meluas ke keluarga dan tetangga di lingkungan perumahan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Chat WhatsApp
WhatsApp