SEMAI Ajak Ibu-Ibu Depok Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Batang Eco Enzyme

Depok, 13 Oktober 2026 – Sekolah Sampah Indonesia (SEMAI) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap ibu-ibu binaan program Bestie Green Corps di RT 004/RW 022, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Kegiatan yang berlangsung di Maggoz Farm ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus saling menyemangati untuk menjaga lingkungan tetap lestari.

Monev bertujuan menjaga konsistensi para binaan dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Selain itu, SEMAI membekali peserta dengan keterampilan baru di bidang pengelolaan sampah dan aktivitas pendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Pada kegiatan kali ini, peserta diajak mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun batang Eco Enzyme. Minyak jelantah merupakan limbah yang berisiko merusak tanah, kualitas air, hingga saluran air. Minyak ini tidak mudah larut dalam air. Pada suhu dingin, minyak jelantah akan membeku dan menggumpal di saluran air, serta menutup pori-pori tanah. Karena itu, minyak jelantah sebaiknya diolah, bukan dibiarkan begitu saja.

Sebelum praktik dimulai, peserta mendapat penjelasan tentang bahaya konsumsi minyak yang berlebihan. Selain mijel, Eco Enzyme juga menjadi salah satu bahan pembuatan sabun batang. Penggunaannya dalam praktik ini menunjukkan pentingnya mengolah sampah organik, sebab banyak produk turunan yang berbahan baku Eco Enzyme.

Praktik ini juga menggunakan natrium hidroksida (NaOH) yang bersifat korosif. Karena itu, SEMAI terlebih dahulu menjelaskan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada peserta.

Sebelum kegiatan, SEMAI telah menyiapkan larutan alkali (lye), yaitu campuran Eco Enzyme dan NaOH yang didiamkan semalam agar suhunya turun. Minyak jelantah yang digunakan berasal dari hasil pengumpulan salah satu peserta. Minyak tersebut sebelumnya direndam dengan arang dan ampas Eco Enzyme yang sudah kering untuk menyerap bau. Pada kegiatan ini, peserta juga menjernihkan minyak jelantah menggunakan bleaching earth.

Setelah minyak jernih, peserta mencampurkannya dengan larutan alkali dan mengaduknya. Eco Enzyme kembali ditambahkan, lalu adonan diaduk hingga mencapai tahap trace, yaitu adonan mengental dan siap dicetak. Adonan kemudian dituang ke cetakan yang terbuat dari bungkus susu bekas. Pemilihan cetakan ini disengaja karena mudah ditemukan, sehingga peserta dapat mempraktikkannya sendiri di rumah.

Setelah dicetak, sabun didiamkan satu hingga dua hari sampai agak mengeras, lalu dilepas dari cetakan dan dipotong-potong. Sabun kemudian disimpan pada suhu ruang selama sekitar satu bulan (proses curing) sebelum dapat digunakan. Sabun ini dapat dipakai untuk mencuci kaus kaki dan lap.

Melalui praktik ini, SEMAI mengajak para peserta untuk mulai mandiri memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membuat produk sendiri. SEMAI berharap keterampilan mengolah minyak jelantah ini tidak berhenti pada peserta saja. Dengan menularkannya kepada keluarga dan tetangga, minyak jelantah yang selama ini terbuang dapat berubah menjadi produk bermanfaat, sekaligus mengurangi pencemaran tanah dan saluran air di lingkungan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Chat WhatsApp
WhatsApp