Depok, 29 September 2026 – Plastik multilayer (MLP) dan plastik asoy kini tak lagi diterima maupun dihargai oleh bank sampah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran para nasabah bank sampah, termasuk ibu-ibu yang tergabung TPA Lansia Berdaya. Alih-alih membiarkan sampah tersebut menumpuk mereka memilih opsi memanfaatkannya menjadi Eco Brick.
Dalam mewujudkan hal itu, Bu Anna selaku ketua TPA Lansia Berdaya memfasilitasi dengan menggelar edukasi lingkungan sekaligus workshop Eco Brick dengan mengajak Sekolah Sampah Indonesia sebagai narasumber.


Sekolah Samoah Indonesia (SEMAI) memulai dengan memberikan edukasi mengenai bahaya dari mikroplastik kepada peserta. Sampah plastik yang dibiarkan saja di lingkungan dapat terpecah menjadi partikel-partikel kecil yang kemudian akan mencemari tanah, air, hingga masuk ke rantai makanan. Hal tersebut tentu saja akan menjadi persoalan yang bukan hanya menyangkut kebersihan, tetai juga kesehatan.
Setelah sesi edukasi, SEMAI mempraktikkan secara langsung cara membuat Eco Brick. Melalui pendampingan peserta mencoba membuatnya, menggunakan sampah plastik yang mereka punya dan sampahnya dalam kondisi bersih dan kering. Dengan kegiatan ini peserta dapat melihat bagaimana proses sampah plastik yang awalnya tidak bernilai dan sudah tidak dihargai lagi oleh bank sampah dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan memiliki nilai kegunaan baru. Pemanfaatan plastik MLP dan asoy menjadi Eco Brick dipilih oleh TPA Lansia Berdaya sebagai solusi nyata atas sampah yang selama ini kehilangan nilai ekonominya.


Dalam kegiatan ini, Sekolah Sampah Indonesia juga mendorong para peserta untuk mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari. SEMAI turut mengingatkan kembali prinsip 3R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).
SEMAI menegaskan bahwa mengurangi sampah lebih baik daripada mendaur ulang. Proses daur ulang membutuhkan lebih banyak waktu, biaya, dan tenaga dibandingkan dengan upaya mengurangi pemakaian sejak awal. Karena itu, Eco Brick sebaiknya dipandang sebagai solusi bagi sampah yang sudah telanjur ada, sementara langkah utamanya tetap menekan produksi sampah plastik dari sumbernya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Melalui edukasi dan praktik langsung, TPA Lansia Berdaya kini memiliki bekal untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai, sekaligus semakin sadar akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik.
No products in the cart
Return to shop